Kubah Masjid Istiqomah Bengkalis

Masjid Istiqomah Bengkalis terdaftar di Kementrian Agama RI dengan nomor ID : 01.2.04.03.01.000001. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 10.000 meter persegi berstatus tanah wakaf, dengan luas bangunan mencapai 5000 meter persegi dan mampu menampung hingga 4000 jemaah sekaligus.

Kubah Masjid Istiqomah Bengkalis

Bangunan Masjid Istiqomah Bengkalis ini begitu megah, mengingatkan kita pada bangunan bangunan istana dalam dongeng 1001 malam. Harga Kubah Masjid Modern Dan Galvalum Bangunan megah bewarna putih dengan kubah warna warni ditambah dengan empat menaranya yang menjulang. Namun siapa sangka dibalik kemegahan masjid ini tersimpan sebuah kisah inspiratif dari sebuah kegigihan dalam artian sebenarnya dari muslim Bengkalis demi memuwudkan impian memiliki sebuah masjid.

Sejarah Pembangunan Masjid Istiqomah Bengkalis

Masjid Istiqomah Bengkalis berdiri pada tahun 1960 di atas tanah yang merupakan wakaf dari H. Abdurrahman. Pada awalnya, luas masjid ini hanya seperempat luas sekarang (2500 m2) dan luas halamannya pun hanya setengah dari luas sekarang. Peletakan batu pertama Masjid Istiqomah Bengkalis dilakukan oleh Bapak Raja Rusli yang menjabat sebagai ketua MUI Provinsi Riau.

Berdirinya Masjid Istiqomah ini merupakan hasil dari usulan para ulama dan pemuka masyarakat ketika itu, serta gotong royong secara bergiliran oleh masyarakat dengan tidak mengambil bayaran. Mayoritas yang terlibat dalam gotong royong ini adalah warga Bengkalis Kota, Desa Wonosari, dan Desa Pedekik.

Namun bantuan ini tidaklah cuma-cuma. Mereka menuntut sebuah kesepakatan dengan masyarakat Bengkalis berupa izin menjadikan Pulau Bengkalis sebagai jalur perdagangan karet mereka keluar negeri. Permintaan keduanya diizinkan oleh masyarakat Bengkalis hingga 80% pembangunan Masjid Istiqomah rampung pada tahun 1967.

Pembangunan kembali dilanjutkan dengan bantuan dari pemerintah daerah hingga Masjid Istiqomah benar-benar selesai secara sempurna pada tahun 1968. Pada tahun yang sama pula masjid ini kemudian diresmikan bertepatan dengan acara MTQ tingkat provinsi. Dalam perjalanannya, Masjid Istiqomah pernah beberapa kali dipugar.

Oleh Bupati Bengkalis tahun 1975, Imron Suheman, Masjid Istiqomah mendapat beberapa perbaikan bangunan dan perluasan halaman sehingga luas halamannya menjadi dua kali lipat dari sebelumnya. Pada tahun 1977 ditambahkan 4 tiang utama di bagian dalam masjid sekaligus perombakan bagian atas masjid. Pembangunan di tahun 1977 ini dilaksanakan oleh CV Riau Putera di bawah pimpinan direkturnya H. Abu Bakar.

Arsitektur Masjid Istiqomah Bengkalis

Masjid lstiqomah dibangun dengan arsitektur bangunan masjid moderen, dalam artian dibangun dalam bentuk bangunan masjid universal sebagaimana bangunan masjid yang dikenal oleh dunia internasional, yakni berupa bangunan besar ber-aula luas dengan kubah dan menara. Atap bangunan utamanya bertingkat dua dengan kubah bawang berukuran besar di atasnya di hias dengan panel panel ornamen bewarna biru dan kuning dengan garis garis diagonal.

Empat menara tinggi dan ramping khas Turki mengapit empat sudut bangunan utama masjid ini. Bagian ujung menara yang meruncing seperti ujung pensil yang diraut diperindah dengan padanan warna kuning dan biru terang berpola geometris, membuatnya tampak kontras dengan birunya langit Bengkalis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *